Thursday, October 28, 2010

Raksasa Yang Tertidur

Indonesia berada diatas pertemuan Lempeng Benua Eurasia, Lempeng Samudera Pasifik dan Lempeng Hindia-Australia serta jalur Gunung Api Pasific (Ring Of Fire). Rawan akan gempa dan letusan gunung berapi. Dari 60 - 70 gunung api yang ada di Indonesia beberapa diantaranya kembali aktif setelah gempa dasar laut Desember 2004 yang lalu.

Salah satu letusan terdahsyat disepanjang sejarah peradaban umat manusia adalah supervolcano Toba. Gunung Toba ini tergolong Supervolcano dikarenakan memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer. Supervolcano adalah penyebab kemusnahan bumi yang paling berbahaya selain hantaman asteroid. Supervolcano bisa meletus dengan kekuatan beribu-ribu kali dari kekuatan gunung berapi biasa melebihi bom atom. Ia bisa diam beratus-ratus ribu tahun dan mengumpulkan magma yang banyak di dalamnya sehingga meletus dengan dahsyat yang sanggup memusnahkan benua.

Super volcano Toba pernah meletus sebanyak 3 kali:

1. Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.

2. Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.

3. Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya. Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan karena tak ada daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena tekanan magma. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

Letusan ketiga lamanya satu minggu memuntahkan 2.800 km2 bahan vulkanik, 800 km2 batuan ignimbrit dan 2.000 km2 abu vulkanik, terlontar setinggi 10 km dari permukaan laut, tertiup angin selama dua minggu dan menyebar keseluruh dunia sampai ke Kutub Utara, menyebabkan perubahan iklim global, suhu bumi menurun drastis (zaman es) dan pada akhirnya membunuh 60% populasi manusia pada saat itu.

Menurut penelitian Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University. Kedua pakar gunung api itu memperkirakan, bila Toba kembali meletus, hampir seluruh kawasan Sumatera Utara akan tergenang lahar panas setebal 50 meter. Suhu lahar itu diatas 750 derajat celsius. Material padat yang dimuntahkan sebanyak 2.800 kilometer kubik --cukup untuk menimbun Jakarta setinggi 4.500 meter!
Semua kehidupan radius 1.000 km sekitar letupan akan mati seketika. Kemudian, suhu dunia akan menurun drastis karena sinar matahari akan dihalang oleh abu di angkasa selama berbulan-bulan. Kepunahan masal segala spesies didunia akibat perubahan suhu ini. Abu tebal akan meliputi muka bumi. Tsunami raksaksa akan menghantam pantai timur Afrika, India, Asia Tenggara dan Australia.

Danau Toba dengan panjang 100 km lebar 30 km, terletak ditengah Propinsi Sumatra Utara ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara, keelokan dan keindahannya tersohor sampai ke manca negara, si cantik ini masih menyimpan energi kekuatan yang tak terduga seperti raksasa yang tertidur....

Wednesday, October 27, 2010

Foto Erupsi Merapi 26 Oktober 2010

Tanggal 25 Oktober 2010, pemerintah Indonesia menaikkan siaga untuk Gunung Merapi ke level tertinggi (4) dan memperingatkan penduduk desa di daerah mengancam akan pindah ke tempat lebih aman. Penduduk dalam 10 kilometer diperintahkan untuk mengungsi. Para peneliti mengatakan. Sekitar 500 gempa vulkanik telah tercatat di atas gunung selama akhir pekan 23-24 Oktober, dan bahwa magma telah bergolak untuk sekitar satu kilometer 1 di bawah permukaan akibat kegiatan seismik.
Merapi meletus sore tanggal 26 Oktober 2010 meluluh lantakkan seluruh desa yang berada dikaki gunung. Lontaran abu panas dan aliran piroklastik membuat semua yang dilaluinya hangus bercampur debu.










Tuesday, October 5, 2010

Hudson Prananjaya, Seniman Dua Wajah.

Berakhir sudah perjalanan Hudson di Indonesia Mencari Bakat (IMB) setelah mendapatkan sms terendah. Hudson, adalah satu – satunya peserta favorit saya di ajang Indonesia Mencari Bakat. Kenapa ? karena bagi saya dia sangat fenomenal. Selain mengandalkan suara merdunya, dalam setiap penampilan, Hudson selalu membagi tubuhnya menjadi dua karakter dengan dua dandanan. Sebelah kiri menjadi pria yaitu Hudson, dan sebelah kanan menjadi wanita yaitu Jessica. Dan yang unik, suara pria dan wanita benar – benar pas dan merdu. Saya kadang – kadang heran melihat penampilan Hudson, selalu menampilkan yang aneh dan segar. Dia pernah menyanyikan lagu termasuk penampilan dan setting panggung bergaya Mandarin, America Latin, Jawa Tengah, dan variasi – variasi lainnya. Memang, semua peserta yang masuk dalam final sangat apik dan menguasai betul bakat – bakat mereka. Tetapi Hudson adalah satu – satunya peserta yang dapat mencuri perhatian saya sejak pertama kali dia tampil bahkan sampai hari ini. Bahkan dia lah satu – satu nya yang membuat saya betah duduk lama plus sabar menunggu hasil perolehan sms dalam Indonesia Mencari Bakat. Tetapi semua juga akhirnya ditentukan oleh sms dari penonton di seluruh Indonesia.
Hudson, dilahirkan di Jogjakarta, 27 Maret 1979 silam. Nama aslinya adalah Hudson Prananjaya. Dia masih single dan memang dia belum mau berkeluarga sebelum dia benar – benar sukses. Ayah Hudson bernama Ong Wa Hoe (75), asli Tionghoa, sedangkan almarhum ibundanya, Darianti, asli Malang – Jawa Timur. Hudson merupakan bungsu dari lima bersaudara. Hudson menyelesaikan Sekolah Menengah Musik (SMM) di Jogja, lalu kuliah seni namun berhenti di semester I. Impiannya mulai muncul saat menjadi juara I se-Jabodetabek pada lomba Pop Klasik. Dia berharap bisa memenangkan IMB ini untuk mewujudkan impiannya membuka usaha kue. Tetapi dia merasa sangat beruntung juga dapat masuk dalam IMB sehingga banyak orang yang mengenal siapa Hudson. Menurut Hudson, sejak kecil dia gemar menyanyi. Oleh orang tuanya, dia diikutkan les vokal. Mulailah Hudson aktif mengikuti lomba menyanyi. “Tapi, ya itu, nggak pernah menang. Sampai saya putus asa,” katanya lantas tertawa. Penasaran, Hudson bertanya kepada seorang juri yang kebetulan sering melihatnya mengikuti lomba. Dia ingin tahu tentang penyebab dirinya selalu kalah. Padahal, suaranya tidak fals dan teknik menyanyinya benar. Juri itu lantas berkata, “Nyanyi kamu benar, tidak fals, cuma suara kamu sopran seperti perempuan.” Mendengar penjelasan juri, Hudson malu. “Oh my God, malu banget. Sudah ganteng, pakai jas dan dasi, tapi suaranya melengking seperti perempuan,” ucap dia lantas terbahak.

Sebenarnya ide “two faces” itu sudah muncul sejak tiga tahun lalu, saat Hudson bermimpi menjadi orang sukses. Dia pun merantau ke Jakarta untuk mengadu nasib. Hudson tinggal di daerah Cipete, Jakarta Selatan. Dia menjadi pekerja seni dengan cara menyanyi di kafe-kafe, acara wedding (pernikahan), sunatan, ulang tahun. “Kadang aku bikin cake-decorations (dekorasi kue) untuk wedding. Makanya, kalau menang nanti duitnya untuk jajan, traktir teman-teman, dan buka usaha kue. Aku ingin balik ke Jogja untuk besarkan usaha kue yang pernah aku jalankan, hehe..,” kata Hudson.
Itulah sekilas kesederhanaan Hudson dan impiannya. Mungkin Hudson sudah berlalu dari ajang Indonesia Mencari Bakat, tetapi tetap sosok Hudson dengan konsep two faces nya merupakan fenomena di Indonesia ini. Mudah – mudahan impian Hudson tercapai dan semakin sukses ke depannya.

Diambil dari berbagai sumber
Twitter Bird Gadget