
Salah satu letusan terdahsyat disepanjang sejarah peradaban umat manusia adalah supervolcano Toba. Gunung Toba ini tergolong Supervolcano dikarenakan memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer. Supervolcano adalah penyebab kemusnahan bumi yang paling berbahaya selain hantaman asteroid. Supervolcano bisa meletus dengan kekuatan beribu-ribu kali dari kekuatan gunung berapi biasa melebihi bom atom. Ia bisa diam beratus-ratus ribu tahun dan mengumpulkan magma yang banyak di dalamnya sehingga meletus dengan dahsyat yang sanggup memusnahkan benua.
Super volcano Toba pernah meletus sebanyak 3 kali:
1. Letusan pertama terjadi sekitar 840 juta tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
2. Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 juta tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
3. Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya. Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan karena tak ada daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi. Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena tekanan magma. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.

Letusan ketiga lamanya satu minggu memuntahkan 2.800 km2 bahan vulkanik, 800 km2 batuan ignimbrit dan 2.000 km2 abu vulkanik, terlontar setinggi 10 km dari permukaan laut, tertiup angin selama dua minggu dan menyebar keseluruh dunia sampai ke Kutub Utara, menyebabkan perubahan iklim global, suhu bumi menurun drastis (zaman es) dan pada akhirnya membunuh 60% populasi manusia pada saat itu.
Menurut penelitian Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University. Kedua pakar gunung api itu memperkirakan, bila Toba kembali meletus, hampir seluruh kawasan Sumatera Utara akan tergenang lahar panas setebal 50 meter. Suhu lahar itu diatas 750 derajat celsius. Material padat yang dimuntahkan sebanyak 2.800 kilometer kubik --cukup untuk menimbun Jakarta setinggi 4.500 meter! Semua kehidupan radius 1.000 km sekitar letupan akan mati seketika. Kemudian, suhu dunia akan menurun drastis karena sinar matahari akan dihalang oleh abu di angkasa selama berbulan-bulan. Kepunahan masal segala spesies didunia akibat perubahan suhu ini. Abu tebal akan meliputi muka bumi. Tsunami raksaksa akan menghantam pantai timur Afrika, India, Asia Tenggara dan Australia.
Danau Toba dengan panjang 100 km lebar 30 km, terletak ditengah Propinsi Sumatra Utara ini adalah danau terbesar di Asia Tenggara, keelokan dan keindahannya tersohor sampai ke manca negara, si cantik ini masih menyimpan energi kekuatan yang tak terduga seperti raksasa yang tertidur....











Hudson, dilahirkan di Jogjakarta, 27 Maret 1979 silam. Nama aslinya adalah Hudson Prananjaya. Dia masih single dan memang dia belum mau berkeluarga sebelum dia benar – benar sukses. Ayah Hudson bernama
