Wednesday, September 5, 2012

Mengenang Steve Irwin

Mengenang Steve Irwin
PECINTA SATWA YANG SAYANG KELUARGA

Menyaksikan keberanian Steve Irwin "bergaul" dengan binatang liar membuat orang deg-degan dan berdecak kagum. Steve pun menemui ajalnya saat terlalu dekat dengan seekor ikan pari. Animal Planet mengabadikan namanya di taman kantor stasiun televisi itu.

Pemerhati binatang di penjuru dunia kehilangan sosok bengal Steve Irwin. Pria bernama lengkap Stephen Robert Irwin ini meninggal dunia, Senin (4-9-2006), karena disengat duri ekor ikan pari saat membuat dokumentasi di sekitar perairan Queensland, Australia. Steve dikenal sebagai pengamat alam, ahli binatang, dan pembawa acara The Crocodile Hunter. Keberaniannya "bermain" dengan buaya, ular, dan reptil lainnya, membuat penonton berdecak kagum sekaligus ngeri. Selain itu, keluarga Irwin juga dikenal sebagai pemilik sekaligus pengelola Kebun Binatang Australia di Beerwah, Queensland.

Steve lahir 22 Februari 1962 dari pasangan Bob dan Lynn Irwin di Essendon, pinggiran kota Melbourne. Saat berusia 8 tahun, Steve kecil pindah bersama orang tuanya ke Queensland. Ayahnya yang pecinta reptil kemudian membuka Taman Fauna dan Reptil di sana. Tak heran jika Steve kemudian mengikuti jejak sang ayah.

Bayangkan saja, di ulang tahunnya yang keenam, Steve dihadiahi ayahnya seekor ular piton. Di usia sembilan, ia berani memegang buaya, setelah diberi pengetahuan yang cukup oleh ayahnya. Tanpa ragu Steve remaja lalu ikut membantu ayahnya mengelola taman, dari mulai memberi makan hingga merawat binatang-binatang.

Lulus dari sekolah menengah Caloundra, Steve jadi penangkap buaya. Ia mengikuti jejak ayahnya menjadi sukarelawan bagi pemerintah Queensland dalam program pelestarian buaya. Taman yang tadinya hanya sekadar bisnis keluarga, berubah menjadi Kebun Binatang (KB) Australia, setelah Steve menggantikan ayahnya di tahun 1991. Setahun kemudian ia mulai muncul di salah satu program televisi yang menayangkan serba-serbi reptil.

Rumah di Kebun Binatang
Begitu cintanya Steve pada dunia reptil dan kebun binatang yang dikelolanya, ia pun bertemu jodoh di situ. Saat itu Terri Raines, perempuan asal Oregon, Amerika Serikat, sedang berlibur dan mengunjungi KB Australia. Terri yang juga pecinta binatang, jatuh cinta pada pandangan pertama. Ia mengagumi kehebatan dan keberanian Steve dalam menangani binatang, khususnya reptil.

"Saya pikir tidak akan pernah menemukan orang seperti Steve di dunia ini. Ia seperti Tarzan lingkungan hidup, superhero di alam," ujar Terri. Tak hanya Terri, Steve ternyata mengalami perasaan yang sama setelah melihat Terri begitu luwes berinteraksi dengan berbagai binatang.

Steve-Terri akhirnya menikah di akhir Juni 1992, delapan bulan sejak pertemuan pertama. Binatang-binatang di KB menjadi saksi kisah romantis dua sejoli ini, karena mereka membangun rumah di tengah-tengah areal KB. Hidup pasangan ini diwarnai polah berbagai jenis reptil seperti buaya, ular, kadal, iguana, dan binatang lain seperti kanguru dan berbagai jenis burung. Beberapa di antaranya sengaja dipelihara di halaman rumah.

Tak hanya cocok menjadi pasangan dalam rumah tangga, Terri pun ternyata cocok menjadi pasangan dalam karir Steve. Saat mulai menggarap serial televisi The Crocodile Hunter, Terri mendampingi Steve sebagai co-host. Serial ini menjadi sangat terkenal di Australia dan berkembang hingga ke Amerika dan Inggris. Sejak itu pula Steve dan Terri menjadi sangat populer di berbagai negara. Gaya yang kocak dan bersemangat dalam membawakan acara, kemeja dan celana pendek khaki, serta teriakan "Crikey!" dalam aksen Australia, menjadi ciri khas dan banyak ditiru jutaan penggemarnya di seluruh dunia.

Kehidupan rumah tangga Steve-Terri makin semarak dengan kehadiran seorang putri, Bindi Sue Irwin dan seorang putra Robert Clarence Irwin. Uniknya, nama Bindi Sue diambil dari perpaduan nama dua binatang favorit Steve, yaitu Bindi, seekor buaya air laut dan Sui, seekor anjing jenis terrier. Sedangkan Robert, dipanggil dengan sebutan "Bob", sesuai dengan nama kakeknya.

Steve sangat mencintai keluarganya seperti ia mencintai pekerjaannya. Dalam satu kesempatan, ia pernah menggambarkan Bindi sebagai alasannya hidup di dunia ini. "Satu-satunya yang bisa menjauhkan Steve dari binatang yang dicintainya adalah keluarga yang jauh lebih dicintainya," kata Terri

Sama seperti ketika ayahnya mengenalkan dunia reptil di kala ia masih kecil, Steve bahkan mengenalkan buaya pada putranya saat masih berusia satu bulan. Dalam salah satu pemunculannya di televisi, Steve memberi makan seekor buaya dengan satu tangan, dan menggendong putranya di tangan yang lain. Saat itu posisi sang bayi sangat dekat dengan mulut buaya. Penampilan ini mengundang kontroversi dari berbagai kalangan. Steve dianggap tidak bertanggung jawab, bahkan dikritik telah melakukan kekerasan terhadap anak. Namun menurut Steve, ia sangat mengenal buaya yang sudah tua itu, dan anaknya sama sekali tidak berada dalam bahaya.

Tolak Upacara Kenegaraan
Kedekatannya dengan dunia binatang juga pernah dikritik banyak orang. Ia pernah diprotes karena dianggap terlalu dekat sehingga mengganggu kehidupan beberapa margasatwa (ikan paus, anjing laut dan penguin), ketika membuat dokumentasi Ice Breaker di Antartika.

Steve memang terkenal pemberani. Saat berinteraksi dengan binatang, ia berusaha mendekati sedekat mungkin. Siapa sangka, keberaniannya kali ini saat berenang dekat dengan ikan pari, membawanya pada kematian. Steve tertusuk duri ekor ikan pari di bagian dada saat sedang menyelam di Great Barrier Reef, pesisir Pelabuhan Douglas, Queensland. Saat itu ia tengah membuat film dokumentasi tentang kehidupan dasar laut.

Menurut teman dan partner kerjanya, John Stainton, yang juga menjadi saksi mata, Steve berenang terlalu dekat di atas salah satu ikan pari. Ekor ikan pari itu kemudian melesat ke atas, mengenai bagian dada dan menyebabkan lubang di daerah jantung. Steve menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan ke rumah sakit.

Terri yang tengah mengikuti tur di Cradle Mountain-Lake St Claire National Park, Tasmania, segera dikabari. Saat itu juga ia terbang dengan pesawat pribadi dari Devonport menuju pesisir Sunshine bersama kedua anak mereka.

Pemerintah Queensland menawarkan pemakaman secara kenegaraan untuk menghormati Steve. Namun ayah Steve, Bob, menolak kehormatan itu. Menurutnya Steve tidak ingin dihormati sedemikian rupa, melainkan hanya ingin menjadi "lelaki biasa" saja. Menurut Bob, Steve dimakamkan minggu lalu dalam sebuah upacara pemakaman pribadi yang hanya dihadiri oleh anggota keluarga dan teman dekat. Akan ada juga layanan bagi masyarakat umum selama minggu berikutnya, untuk menyampaikan penghormatan terakhir.


Pemerintah Queensland telah menyiapkan berbagai penghargaan atas jasa Steve selama hidupnya. Pemerintah mengusulkan taman nasional diberi nama Irwin atau membuat sebuah monumen permanen untuk mengenangnya, dengan struktur bangunan yang sesuai dengan keinginan keluarga Irwin. Animal Planet akan mengubah nama taman di depan kantor pusat Discovery, Amerika Serikat, menjadi "Steve Irwin Memorial Sensory Garden". Selain itu mereka juga akan memprakarsai Yayasan Steve Irwin dengan nama "Crikey Fund", yang akan melanjutkan perjuangan Steve dalam memberikan perlindungan, pendidikan dan konservasi bagi dunia margasatwa.  


dikutip dari Tabloid Nova

 

1 comment:

  1. Steve Irwin idolaku

    http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-prn1/41801_165908343120_8058956_n.jpg

    ReplyDelete

Twitter Bird Gadget